PT KAI kesulitan angkat lokomotif KA Malabar dari dasar jurang
Reporter : Chandra | Senin, 7 April 2014 14:16
0
POLLING PEMBACA : PARTAI PEMILU | CALON PRESIDEN
"Siang ini penyambungan rel sudah selesai dilaksanakan. Nantinya akan dilanjutkan dengan uji coba lintas. Setelah itu, kemungkinan besok pagi sudah bisa dioperasikan," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono kepada wartawan di Purwokerto, Senin (7/4).
Sementara itu, dua gerbong dan satu lokomotif KA Malabar, hingga saat ini belum bisa diangkat dari jurang. "Nantinya kalau jalur sudah selesai, kemungkinan pengangkatan gerbong dan lokomotif akan lebih mudah dan cepat dilakukan," tuturnya.
Surono menjelaskan, hingga kini pihaknya mendata ada 21 titik rawan bencana yang berada di sepanjang jalur Tegal, Brebes, Banyumas, Cilacap, Kebumen dan Ciamis.
Dari jumlah tersebut, titik rawan di Daerah Banyumas Jawa Tengah termasuk yang paling banyak, yakni 6 titik dengan rincian 2 titik rawan banjir dan 4 titik rawan longsor.
"Titik rawan tersebut sebenarnya bersifat dinamis, ada beberapa titik yang dulu rawan kini sudah tidak rawan karena ada perbaikan. Ada yang dulu aman, kini menjadi rawan,"katanya.
Surono merinci, total titik jalur kereta rawan ambles ada di 12 titik, rawan longsor 16 titik dan banjir 3 titik. Saat ini, PT KAI melakukan antisipasi dengan mengambil beberapa langkah, seperti menormalisasi drainase di sepanjang jalur rel yang rawan ambles.
"Kemudian, kami juga mengaktifkan juru periksa jalan rel (JPJR) ekstra. Dari yang sebelumnya dilakukan pada pagi dan sore. Dengan aktifnya JPJR ekstra, dalam sehari akan dilakukan pemeriksaan menjadi tiga kali," ujarnya.
Selain pengaktifan JPJR, PT KAI juga melakukan pengawasan dan penjagaan di beberapa titik rawan. "Pengawasan dan penjagaan ini dilakukan saat hujan terjadi. Selain itu, kami juga masih mempersiapkan alat material untuk siaga (Amus) di lima titik yakni Kroya, Prupuk, Sidareja, Purwokerto dan Kutoarjo," ujarnya.
[cob]
0 komentar:
Posting Komentar