Jasad Marinir AS Dipulangkan Tanpa Ada Jantung
Sontak hal ini memicu kemarahan terhadap keluarga marinir tersebut. Mereka langsung melayangkan tuntutan hukum kepada Kementerian Pertahanan AS.
Craig dan Beverly Laloup mengatakan, seorang pejabat militer AS memberitahu kondisi mengenai jasad dari putranya Brian Laloup. Prajurit berusia 21 tahun itu, diketahui tidak memiliki jantung ketika dimakamkan pada 2012.
Brian yang berpangkat sersan itu ditugaskan di Yunani ketika dirinya tewas akibat tembakan. Brian diketahui melepaskan tembakan ke dirinya sendiri, dan dinyatakan sebagai tindakan bunuh diri. Demikian diberitakan Associated Press, Rabu (11/12/2013).
Sadar mengetahui bahwa jantung anaknya tidak ikut kembali, orangtua korban langsung mengeluarkan tuntutan. Meskipun pihak Marinir AS mengembalikan jantung, ternyata jantung yang dikirimkan itu bukan lah milik Brian Laloup.
Pihaknya akhirnya melayangkan tuntutan resmi dengan meminta ganti rugi sebesar USD75 ribu atau sekira Rp891,5 juta (Rp11.887 per USD). Pihak Kementerian Pertahanan AS tidak memberikan penjelasan mengenai kasus tersebut.
Sementara Juru Bicara Kedutaan Besar AS di Yunani Christos Faidalis mengatakan, jantung milik Brian memang sengaja diangkat. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan tes bila ada racun masuk ke dalam tubuh Brian Laloup.
0 komentar:
Posting Komentar